Sea-breeze Cocktail

Sabtu, 19 November 2011

Adab Bergaul

 



  1.  Hadapilah kawan anda atau musuh anda dengan air muka yang manis tanpa merendah-rendahkan mereka dan tidak pula merasa takut kepada mereka.
  2. Hendaklah memberi salam kepada orang yang terdekat apabila masuk dalam sesuatu majelis.
  3. Apabila berada di dalam majelis, laksanakanlah segala adab adabnya:
    • Jangan duduk dalam keadaan sombong.
    • Jangan berjalan ke sana ke mari
    • Jangan menarik perhatian orang kepada perhiasan anda.
    • Awasilah pribadi dan sikap anda.
    • Jadikanlah majelis itu sebagai tempat yang tenang dan janganlah banyak menguap (jika menguap juga, tutuplah mulut dengan belakang tapak tangan kiri).
    • Jangan banyak berpaling ke kiri atau ke kanan.
    • Jangan mengganggu kumpulan-kumpulan manusia.
  4. Jadikanlah perbincangan anda indah dan teratur.
  5. Dengarlah percakapan yang sedang diperbincangkan, jangan sekali-kali masuk campur dalam percakapan itu seandainya anda baru masuk dalam majelis itu.
  6. Kurangkan perbincangan yang lucu dan juga hikayat-hikayat (yang kebanyakannya direka-reka).
  7. Janganlah menceritakan kebolehan-kebolehan anda dengan bukti-bukti yang ada pada anak-anak.
  8. Jangan bersifat berpura-pura.
  9. Janganlah mengambil perhatian kepada kabar-kabar yang fasik atau berita yang belum tentu sahihnya.
  10. Hendaklah menganggap tidak tahu sesuatu keaiban yang terjadi kepada kawan-kawan.
  11. Tunjukkan rasa gembira apabila menerima hadiah atau pemberian.
  12. Janganlah anda memamerkan kelebihan dan keutamaan isteri dan anak-anak , karena ditakuti orang lain akan merasa hina dan rendah diri dan anda tidak dapat menyenangkan mereka.
  13. Jawablah setiap pertanyaan dengan lemah-lembut dan penuh berhikmah.
  14. Bersikap lemah-lembut tetapi tegas.
  15. Bersopan dalam perbincangan dan hindarkan pertengkaran.
  16. Janganlah memperkecilkan seseorang sehingga dia tersisih, barangkali dia lebih baik dari kita.
  17. Hendaklah berfikir terlebih dahulu sebelum meneruskan perbincangan atau memberi berbagai alasan.
  18. Janganlah memuji seseorang dihadapannya sehingga membesarkan mazmumahnya.
  19. Berbicaralah ketika anda tidak dipengaruhi kemarahan.
  20. Kurangkan bergaul erat dengan pembesar-pembesar, keluarga, anak-anak dan pengiring-pengiringnya sekalipun mereka dapat menurut perintah.
  21. Jauhilah dari berkawan dengan orang-orang yang berbadan sehat saja karena dia mungkin memusuhi anda (disebabkan dia banyak membantu anda dan kemudian anda melupakan budinya).
  22. Janganlah membesar-besarkan orang kaya di hadapan orang miskin.
  23. Jauhilah dari banyak meludah di hadapan manusia karena perbuatan itu tidak sopan.
  24. Janganlah menunjukkan kepada sahabat anda apa-apa kelemahan anda, karena apabila dia mendapati anda tergugat, maka dia menggunakan kesempatan itu untuk melakukan permusuhan terhadap anda.
  25. Janganlah bercanda dengan orang-orang yang berakal, nanti akan menyebabkan mereka membenci atau memandang rendah kepada anda.
  26. Janganlah bersenda gurau dengan orang-orang bodoh karena nanti dia berani bertindak ke atas anda, karena sesungguhnya bersenda gurau itu menimbulkan beberapa keadaan yaitu:
    • Mengurangkan kehebatan.
    • Menjatuhkan kewibawaan.
    • Menjatuhkan air muka (memalukan)
    • Mengakibatkan duka cita (penyesalan).
    • Menghilangkan nikmat kasih sayang
    • Menimbulkan perdebatan ahli-ahli fiqih.
    • Memberanikan orang-orang bodoh (bertindak).
    • Mematikan hati (jiwa).
    • Menjauhkan din dari Allah.
    • Mengakibatkan celaan.
    • Melenyapkan cita-cita tinggi.
    • Memalapkan segala rahasia hati.
    • Mematikan fikiran dan pendapat.
    • Membanyakkan dosa.
    • Melahirkan keaiban,
Rasulullah SAW bersabda : "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia menghubungkan tali kekeluargaan. " (Riwayat Bukhari dan Muslim)
'Sikap merendah diri itu tidaklah menambahkan kepada seorang hamba selain bertambahnya ketinggian, karena itu merendah dirilah kamu nescaya kamu ditinggikan oleh Allah. Manakala sikap memaafkan kesalahan itu tidaklah menambahkan kepada seseorang hamba selain bertambahnya kemuliaan, oleh karena itu bermaaf maaflah kamu, niscaya kamu dimuliakan oleh Allah,' (Riwayat Ibnu Abid Dunya)
Allah Taala berfirman dalam Hadis Qudsi yang bermaksud: 'Aku adalah yang ketiga dalam kumpulan dua orang selagi salah seorang dari mereka tidak mengkhianati yang lainnya. Apabila salah seorang dari mereka berkhianat, Aku pasti meninggalkan mereka berdua." (Riwayat Abu Daud dan At Hakim)
"Seseorang itu menurut aliran teman sepergaulannya, karena itu setiap orang hendaklah memperhatikan (memilih) siapa yang dijadikan teman pergaulannya." (Riwayat Ahmad dan At Tabrani)
'Sesungguhnya kamu tidak sekali-kali akan sanggup melapangkan (melayan) manusia dengan kekayaanmu, karena itu hendaklah kamu melapangkan mereka dengan senyum manis dan ramah-tamahmu." (Riwayat At Bazzar)
'Orang-orang yang berkasih sayang karena-Ku adalah berhak menerima kasih sayang-Ku yaitu Aku lindungi mereka di bawah naungan arasy pada hari Kiamat yang tiada naungan lain pada hari itu selain naungan-Ku." (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Kewajiban Mandi Selepas Haid Dan Nifas Serta Permasalahan Istihadah


1. Haid- Masa haid itu sekurang-kurangnya sehari semalam, dan menurut biasanya ialah tujuh hari tujuh malarn. Apabila lebih dari 15 hari, maka itu bukanlah darah haid lagi, tetapi adalah darah istihadah (darah penyakit). Sekurang-kurangnya waktu suci antara dua haid itu 15 hari, dan tidak ada batas bagi lamanya waktu suci itu. Ada kalanya perempuan itu putus haid, yaitu tidak berhaid lagi, menurut pendapat sebagian ulama menyatakan apabila perempuan itu sudah berumur 60 tahun dan ada juga yang menyatakan sampai dengan umur 50 tahun. Apabila seorang perempuan berhenti haidnya, wajiblah mandi, sesuai dengan hadis:
"Dan Aisyah r.a bahwa Fatimah binti AN Hubaisy bertanya kepada Nabi SAW katanya: "Ya Rasulullah, aku ini perempuan yang istihadah (penyakit keluar darah terus) tak pemah bersih-bersih, apakah saya boleh meninggalkan sholat? Maka jawab Nabi SAW: "Tidak, karena sesungguhnya itu tidak lain dan darah penyakit, bukan darah haid, maka apabila telah datang darah haid, tinggalkan sholat, dan apabila telah pergi (sudah kering atau sudah cukup harinya haid) maka bersihkanlah darah itu dan kerjakan sholat." (Riwayat Muslim)
Rasulullah SAW bersabda artinya:
'Maka apabila datang haid, tinggalkanlah sholat, dan apabila bersih darah haid itu, mandilah dan sholatlah"
2. Nifas - Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan, mengiringi wiladah (setelah melahirkan anak). Lamanya nifas itu adakalanya sebentar saja (satu lahzah), dan biasanya 40 hari. Selama-lama nifas itu 60 hari 60 malam. Jika lebih dari 60 hari, itu adalah darah istihadah. Mengenai kaum perempuan bernifas lamanya 40 hari itu adalah sesuai dengan hadis Nabi SAW. Dan Ummi Salamah r.a. dia berkata:
"Adalah para wanita yang bemifas pada masa Rasulullah SAW itu, duduk/berhenti selama 40 hari dan 40 malam." (Riwayat Abu Daud, Tirmizi dan lain-lain)
Pada hadis lain, ada pula dinyatakan artinya: dari Anas r.a ia berkata:
"Adalah Rasulullah SAW membatasi waktu bagi perempuan perempuan yang nifas itu 40 hari, kecuali ia melihat suci sebelum itu"(Riwayat Ibnu Majah)
3. Istihadhah - Kalau lebih dari 40 hari, maka itu bukan nifas lagi tetapi adalah istihadah. Bila istihadah, maka tidak boleh ia meninggalkan sholat dan puasanya, sesuai dengan hadis Nabi SAW.
Dari Abdullah bin Amr, katanya: telah bersabda Rasulullah SAW:
"Orang-orang yang bernifas, harus menunggu 40 hari dan malam, maka jika ia telah melihat suci sebelum itu, maka ia istihadah, la wajib mandi dan wajib menegakkan sholat. ' (Riwayat Al-Hakim)
Mengenai orang yang istihadah, ia wajib menunaikan sholat. Satu kali berwuduk untuk satu kali sholat yang fardhu dan boleh untuk beberapa kali sholat sunat. Syaratnya pula sudah masuk waktu sholat barulah ia wuduk untuk sholat fardhu.

Perkawinan Tujuan Dan Falsafahnya

 

Falsafah Perkawinan

Perkawinan atau mendirikan rumah tangga merupakan satu titik permulaan untuk terbentuknya sebuah masyarakat Islam. Dari rumah tangga yang mengamalkan Islamlah akan terbentuknya sebuah masyarakat Islam.

Tujuan Perkawinan

  1. Oleh karena laki-laki ada nafsu kepada perempuan dan sebaliknya, maka untuk menyelamatkan keadaan, perkawinan adalah perlu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina, ia memberi saluran yang halal bagi mereka untuk memenuhi keperluan nafsu masing-masing.
  2. Dapat melahirkan keturunan yang akan menyambung tugas manusia sebagai khalitah Allah yang harus berusaha untuk menegakkan agama Allah dan sebagai aset yang berharga di Akhirat kelak.
  3. Islam dapat direalisasikan datam suasana keluarga sebelum tercetusnya masyarakat Islam yang lebih besar.
  4. Dapat meramaikan umat Islam dan ini menjadi kebanggaan Rasulullah saw di Akhirat kelak.
  5. Tidak terputus keturunan disamping niat untuk memberikan hiburan kepada pasangan masing-masing.

Adab-adab Wanita Yang Dipinang

  1. Hendaklah dia menyerahkan kepada orang tua dan keluarganya untuk:
    i. Menyelidiki laki-laki yang meminangnya yaitu tentang agamanya, kepahamannya, kepribadian dan ketetapan janjinya.
    ii. Memperhatikan keluarga tunangnya itu dan penghuni penghuni rumahnya.
    iii. Memperhatikan ibadah laki-laki yang meminangnya seperti sholatnya secara individu dan secara berjemaah.
    iv. Memperhatikan matlamat pemiagaan dan perusahaan atau matlamat dalam pekerjaan laki-laki yang meminangnya.
  2. Pada hari pertunangannya, hendaklah ia menggalakkan tunangnya agar memperkuatkan agamanya dan bersikap zuhud.
  3. Hendaklah bersama-sama berniat di atas satu dasar hidup yaitu hidup untuk Tuhan.
  4. Bersifat 'qanaah' (memadai dengan apa yang telah ada tanpa rasa tamak) dalam membina rumah tangga. Setelah diterima peminangan hendaklah dia mematuhi kehendak-kehendak calon suaminya itu untuk memperkuat hubungan dalam pergaulan dan mengekalkan cinta kasih setelah menikah nanti.
  5. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
    "Apabila seorang yang kamu berpuas hati tentang agamanya dan perangainya datang meminang (anak gadis) kamu maka terimalah lamaran itu. Seandainya kamu menolak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi."
    (Riwayat At Tarmizi)
  6. Pergaulan setelah pertunangan masih terbatas. Pertemuan harus diatur mengikut syariat dengan ditemani muhram atau penjaga.
  7. Jauhkan pergaulan bebas agar terpelihara dari dosa, fitnah dan salah sangka tunangnya.

Adab-adab Anak Perempuan Remaja

Di dalam rumah:
  1. Menghormati penjaganya dan menerima nasihat yang diberi.
  2. Memperbaiki diri untuk menjadi wanita solehah.
  3. Menjaga nama baik penjaganya.
  4. Melatih diri dengan urusan rumah tangga seperti menjahit, memasak dan membereskan rumah.
  5. Banyakkan sholat dan puasa sunat.
  6. Jadikan Al Quran sebagai hiburan dan menghafaznya.
  7. Banyak mengkaji sejarah wanita-wanita utama salafussoleh untuk dicontohi

Di luar rumah:

  1. Keluar bersama-sama penjaga atau muhramnya.
  2. Senantiasa menundukkan pandangan dan hindarkan dari memandang ke sana ke mari.
  3. Hiasilah diri dengan sifat malu.
  4. Berkata yang benar apabila bertemu kawan
  5. Jangan pergi ke tempat-tempat umum seperti pasar.
  6. Hindari dan bersahabat atau berbincang dengan laki-laki.
  7. Jangan bergaul dengan wanita-wanita fasik.
  8. Menuju langsung ke tempat yang dituju tanpa menyimpang ke tempat lain.
  9. Menjaga martabat.
  10. Menjaga aurat sebagaimana yang dituntut oleh syariat.

Jumat, 18 November 2011

Kewajiban Suami Terhadap Istri

 Nas-nas Al Quran dan hadis:


  1. Allah Taala berfirman, yang bermaksud:
    "Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan cara sebaik-baiknya." (An Nisa 19)
  2. Dan Allah berfirman lagi:
    'Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban menurut cara yang baik akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan atas isterinya." (Al Baqarah : 228)
  3. Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda pada waktu haji widak (perpisahan) setelah baginda memuji Allah dan menyanjung-Nya serta menasehati para hadirin yang maksudnya:
    'Ingatlah (hai kaumku), terimalah pesanku untuk berbuat baik kepada para isteri, isteri-isteri itu hanyalah dapat diumpamakan kawanmu yang berada di sampingmu, kamu tidak dapat memiliki apa-apa dari mereka selain berbuat baik, kecuali kalau isteri-isteri itu melakukan perbuatan yang keji yang jelas (membangkang atau tidak taat) maka tinggalkanlah mereka sandirian di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Kalau isteri isteri itu taat kepadamu maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkan mereka.
    Ingatlah! Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isterimu dan sesungguhnya isteri-isterimu itu mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap dirimu. Kemudian kewajiban isteri isteri terhadap dirimu ialah mereka tidak boleh mengijinkan masuk ke rumahmu orang yang kamu benci. Ingatlah! Kewajiban terhadap mereka ialah bahwa kamu melayani mereka dengan baik dalam soal pakaian dan makanan mereka.

    (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)
  4. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
    "Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh memperolokkan dia dan juga tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang)." (Riwayat Abu Daud)
  5. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    "Siapa saja seorang laki-laki yang menikahi perempuan dengan mas kawin sedikit atau banyak sedangkan dalam hatinya ia berniat untuk tidak memberikan hak perempuan tersebut (mas kawinnya) kepadanya. maka ia telah menipunya, kemudian jika ia meninggal dunia, sedang ia belum memberi hak perempuan tadi kepadanya maka ia akan menjumpai Allah pada hari Kiamat nanti dalam keadaan berzina."
  6. Nabi SAW bersabda yang bermaksud
    "Sesungguhnya yang termasuk golongan mukmin yang paling sempuma imannya ialah mereka yang baik budi pekertinya dan mereka yang lebih halus dalam mempergauli keluarganya (isteri anak-anak dan kaum kerabatnya). "
  7. Nabi SAW bersabda yang bermaksud :
    "Orang-orang yang terbaik dan kamu sekalian ialah mereka yang lebih baik dan kamu dalam mempergauli keluarganya dan saya adalah orang yang terbaik dari kamu sekalian dalam mempergauli keluargaku." (Riwayat lbnu Asakir)
  8. Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda yang bermaksud:
    "Barang siapa yang sabar atas budi pekerti isterinya yang buruk, maka Allah memberinya pahala sama dengan pahala yang dibenkan kepada Nabi Ayub a.s karena sabar atas cobaan-Nya." ( Cobaan ke alas Nabi Ayub ada empat hal: Habis harta bendanya., Meninggal dunia semua anaknya.,Hancur badannya., Dijauhi oleh manusia kecuali isterinya benama Rahmah )
    " Dan seorang isteri yang sabar atas budi pekerti suaminya yang buruk akan diberi oleh Allah pahala sama dengan pahala Asiah isteri Firaun".
  9. Al Habib Abdullah Al Haddad berkata:
    "seorang laki-laki yang sempurna adalah dia yang mempermudah dalam kewajiban-kewajiban kepadanya dan tidak mempermudah dalam kewajiban-kewajibannya kepada Allah. Dan seorang laki-laki yang kurang ialah dia yang bersifat sebaliknya."
    Maksud dan penjelasan ini ialah seorang suami yang bersikap sudi memaafkan jika isterinya tidak menghias dirinya dan tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tetapi ia bersikap tegas jika isterinya tidak melakukan sholat atau puasa dan lain-lain, itulah suami yang sempurna. Dan seorang suami yang bersikap keras jika isterinya tidak menghias dirinya atau tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tetapi bersikap acuh tak acuh (dingin) jika isteri meninggalkan kewajiban-kewajiban kepada Allah seperti sholat, puasa dan lain-lain, dia seorang suami yang kurang.
  10. Dianjurkan bagi seorang suami memperhatikan isterinya (dan mengingatkannya dengan nada yang lembut/halus) dan menafkahinya sesuai kemampuannya dan berlaku tabah (jika disakiti oleh isterinya) dan bersikap halus kepadanya dan mengarahkannya ke jalan yang baik dan mengajamya hukum-hukum agama yang perlu diketahui olehnya seperti bersuci, haid dan ibadah-ibadah yang wajib atau yang sunat.
  11. Allah Taala berfirman yang bermaksud:
    'Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api Neraka." (At Tahrim : 6)
    Ibnu Abbas berkata:
    "Berilah pengetahuan agama kepada mereka dan berilah pelajaran budi pekerti yang bagus kepada mereka."
    Dan Ibnu Umar dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda: 'Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam yang memimpin manusia adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab at,is rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab alas keluarganya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap kamu harus bertanggung jawab alas yang dipimpinnya." (Muttallaq 'alai )
  12. Nabi SAW bersabda yang bermaksud: "Takutlah kepada Allah dalam memimpin isteri-istrimu , karena sesungguhnya mereka adalah amanah yang berada disampingmu, barangsiapa tidak memerintahkan sholat kepada isterinya dan tidak mengajarkan agama kepadanya, maka ia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya."
  13. Allah Taala berfirman yang bermaksud:
    "Perintahkanlah keluargamu agar melakukan sholat." (Thaha:132)
  14. Diceritakan dan Nabi SAW bahwa baginda bersabda yang bernaksud: "Tidak ada seseorang yang menjumpai Allah swt dengan membawa dosa yang lebih besar daripada seorang suami yang tidak sanggup mendidik keluarganya."

KESIMPULAN TANGGUNG JAWAB SUAMI


  1. Menjadi pemimpin anak isteri di dalam rumah tangga.
  2. Mengajarkan ilmu fardhu 'ain (wajib) kepada anak isteri yaitu ilmu tauhid, fiqih dan tasawuf.
    Ilmu tauhid diajarkan supaya aqidahnya sesuai dengan aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah.
    Ilmu fiqih diajarkan supaya segala ibadahnya sesuai dengan kehendak agama.
    Ilmu tasawuf diajarkan supaya mereka ikhlas dalam beramal dan dapat menjaga segala amalannya daripada dirusakkan oleh rasa riya' (pamer), bangga, menunjuk-nunjuk orang lain dan lain-lain.
  3. Memberi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dari uang dan usaha yang halal.
    Ada ulama berkata:
    'Sekali memberi pakaian anak isteri yang menyukakan hati mereka dan halal maka suami mendapat pahala selama 70 tahun."
    Tidak menzalimi anak isteri yaitu dengan:
    • Memberikan pendidikan agama yang sempurna.
    • Memberikan nafkah lahir dan batin secukupnya.
    • Memberi nasihat serta menegur dan memberi panduan/ petunjuk jika melakukan maksiat atau kesalahan.
    • Apabila memukul jangan sampai melukakan (melampaui batas).
  4. Memberi nasihat jika isteri gemar bergunjing/bergosip, mengomel serta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah agama.
  5. Melayani isteri dengan sebaik-baik pergaulan.
  6. Berbicara dengan isteri dengan lemah-lembut.
  7. Memaafkan keterlanjurannya tetapi sangat memperhatikan kesesuaian tingkah lakunya dengan syariat.
  8. Kurangkan perdebatan.
  9. Memelihara harga diri / kehormatan mereka.

Kamis, 17 November 2011

Tanggung Jawab Istri Terhadap Suami

  1. Allah Taala berfirman yang bermaksud:
    "Kaum laki-laki itu pemimpin wanita. Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) alas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan harta mereka. Maka wanita yang solehah ialah mereka yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada menurut apa yang Allah kehendaki. "
    "Wanita-wanita yang kamu kuatirkan akan durhaka padamu, maka nasehatilah mereka (didiklah) mereka. Dan pisahkanlah dari tempat tidur mereka (jangan disetubuhi) dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu bersikap curang. Sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi lagi Maha Besar." (An Nisa : 34)
  2. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    "Siapa saja isteri yang meninggal dunia, sedangkan suaminya redha terhadap kepergiannya, maka ia akan masuk Surga."
    (Riwayat Tarmizi)
  3. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    "Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki."
    (Riwayat Ahmad dan Thabrani)
  4. Seorang perempuan datang ke hadapan Nabi SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan oleh Allah hanya untuk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala dan kalau terbunuh, maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka) lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?"
    Maka Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah. Tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang menjalankannya."
  5. Sayidina Ali k.w.j. berkata: "Seburuk-buruk sifat bagi kaum laki laki itu adalah sebaik-baik sifat bagi kaum perempuan yaitu kikir dan bersikap keras dan takut. Karena sesungguhnya perempuan itu jika kikir, maka ia memelihara harta suaminya dan jika bersikap keras, maka ia menjaga diri dari berbicara kepada setiap orang dengan perkataan yang halus (mesra) yang menimbulkan sangkaan yang buruk, dan jika penakut. maka ia takut dari segala sesuatu, oleh karena itu ia tidak berani keluar dari rumahnya dan ia menjauhi tempat-tempat yang menimbulkan kecurigaan yang buruk karena takut kepada suaminya".
  6. Seharusnya seorang isteri mengetahui kedudukan dirinya seolah olah seorang 'hamba' perempuan yang dimiliki oleh suaminya atau sebagai 'tawanan' yang lemah. Oleh karena itu dia tidak boleh membelanjakan sedikit pun dari hartanya (sendiri) kecuali dengan seijin suaminya karena ia diumpamakan sebagai orang yang dalam kawalan (perhatian).
  7. Wajib bagi seorang isteri:
    Merendahkan pandangannya terhadap suaminya.
    Tidak berkhianat terhadap suaminya ketika suaminya tidak ada termasuk juga hartanya.
    Menunaikan hajat suami (jika diajak oleh suaminya) biarpun di waktu sibuk atau susah (ditamsilkan berada di punggung unta oleh Rasulullah).
    Meminta ijin suami untuk keluar dari rumahnya. Kalau keluar rumah tanpa ijin suaminya maka dia dilaknati oleh malaikat_ sampai ia bertaubat dan kembali.
  8. Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda, maksudnya:
    "Sungguh-sungguh meminta ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya yaitu burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama ia selalu dalam kerelaan suaminya. Dan siapa saja dikalangan isteri yang t dak berbakti kepada suaminya, maka ia mendapat laknat dari Allah dan malaikat serta semua manusia. "
  9. Siapa saja di kalangan isteri yang bermuka masam di hadapan suaminya, maka ia dalam kemurkaan Allah sampai ia dapat membuat suasana yang menggembirakan suaminya dan memohon kerelaannya.
  10. Aisyah r.ha berkata:
    "Wahai kaum wanita Seandainya kamu mengerti kewajiban terhadap suamimu, tentu seorang isteri akan menyapu debu dari kedua telapak kaki suaminya dengan sebagian mukanya."
  11. . Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    "Tiga orang yang tidak diterima sholatnya (tidak diberi pahala sholatnya) oleh Allah dan tidak diangkat kebaikan mereka ke langit ialah: hamba yang lari dari tuannya hinggalah dia kembali, seorang isteri yang dimurkai oleh suaminya hinggalah dia memaafkannya, orang yang mabuk hingga dia sadar kembali."
  12. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    "Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya."
    Keterangan:
    Maksud Hadis ini ialah jika seorang isteri memperkecilkan usaha baik suaminya seperti dalam memberi nafkah dan memberi pakaian maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.
  13. Nabi Muhammad SAW bersabda, maksudnya:
    "Siapa saja isteri yang meminta cerai dari suaminya tanpa sebab-sebab yang sangat diperlukan, maka haramlah bau Surga ke atasnya."
    Keterangan:
    Hal ini biasanya terjadi pada seorang isteri yang tidak berminat kepada suaminya lagi kecuali kalau dia meminta cerai kepadanya karena kuatir tidak dapat menjalankan kewajiban terhadap suaminya untuk menghindarkan diri dari kekecewaan suaminya.
  14. Nabi SAW bersabda maksudnya:
    "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada seorang isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya."
    Keterangan:
    Hal ini biasa terjadi pada suami yang miskin dan isteri yang kaya. Lalu isteri itu menafkahkan hartanya kepada suaminya, kemudian mengungkitnya.
  15. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    "Pertama urusan yang ditanyakan kepada isteri pada hari Kiamat nanti ialah mengenai sholatnya dan mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya atau tidak). "
  16. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    "Empat perempuan yang berada di Neraka ialah:
    Perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak ada di rumah ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya bersamanya ia memakinva (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang suami tidak mampu.
    Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum laki-laki dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki).
    Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum dan tidur, dan ia tidak mau berbakti kepada Allah dan tidak mau berbakti kepada Rasul-Nya dan tidak mau berbakti kepada suaminya."

    Keterangan:
    Seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat ini akan dilaknati kecuali jika dia bertaubat.
  17. Al Hakim bercerita bahwa seorang perempuan berkata kepada Nabi SAW: "Sesungguhnya putera bapa saudaraku melamarku. Oleh karena itu berilah peringatan kepadaku apa kewajiban seorang isteri terhadap suaminya. Kalau kewajiban itu sesuatu yang mampu aku jalankan, maka aku bersedia dinikahkan." Maka Baginda bersabda: "Kalau mengalir darah dan nanah dari kedua lubang hidung suaminya lalu (isteri) menjilatnya, maka itu pun belum dianggap menjalankan kewajibannya terhadap suaminya. Seandainya diperbolehkan untuk manusia bersujud kepada manusia lain, tentu aku perintahkan :seorang isteri bersujud kepada suaminya."
    Berkatalah perempuan itu, "Demi Tuhan yang mengutus Tuan, aku tidak akan menikah selama dunia ini masih ada."
  18. Imam Thabrani menceritakan bahwa seorang isteri tidak dianggap menjalankan kewajibannya terhadap Allah hingga ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya, dan seandainya suami memintanya (untuk digauli) sedang ia (isteri) di atas belakang unta maka tidak boleh dia menolaknya.
  19. Sayidina Ali k.w.j. berkata: "Aku masuk ke rumah Nabi SAW berserta Fatimah lalu aku dapati Baginda sedang menangis tersedu-sedu, kemudian aku berkata: "Tebusan Tuan adalah ayahku dan ibuku wahai Rasulullah, apakah yang membuat Tuan menangis?" Baginda bersabda, "Wahai Ali! Pada malam aku diangkat ke langit aku melihat kaum perempuan dari umatku disiksa di Neraka dengan bermacam-macam siksaan, lalu aku menangis karena begitu berat siksaan mereka yang aku lihat. Aku melihat perempuan yang digantung dengan rambutnya serta mendidih otaknya. Dan aku melihat perempuan yang digantung dengan lidahnya sedangkan air panas dituangkan pada tenggorokannya.
    Dan aku melihat perempuan yang benar-benar diikat kedua-dua kakinya sampai kedua-dua susunya dan diikat kedua-dua tangannya sampai ubun-ubunnya dan Allah mengarahkan ular ular dan kalajengking menyengatinya. Dan aku melihat seorang perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai dan ia ditimpakan sejuta siksaan. Dan aku melihat seorang perempuan berbentuk anjing dan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya (jalan belakang) sementara malaikat memukul kepalanya dengan tongkat besar dari api Neraka
    ." Lalu Sayidatina Fatimah Az Zahra r.ha berdiri dan berkata, "Wahai kekasihku dan cahaya mataku! Perbuatan apa yang dilakukan oleh mereka hingga ditimpa seksaan ini?" Maka Nabi SAW bersabda: "Wahai anakku! Adapun perempuan yang digantung rambutnya itu adalah karena dia tidak menutupi rambutnya dari pandangan kaum laki-laki ajnabi.
    Adapun perempuan yang digantung dengan lidahnya karena dia telah menyakiti suaminya.
    Adapun perempuan yang digantung kedua-dua susunya karena dia telah mempersilahkan (orang lain) untuk menduduki tempat tidur suaminya.
    Adapun perempuan yang diikat kedua-dua kakinya sampai keduadua susunya dan diikat kedua-dua tangannya sampai ke ubun ubunnya dan Allah mengarahkan ular-ular untuk menggigitnya dan kala jengking untuk menyengatinya karena dia tidak mandi junub setelah haid dan dia mempermainkan (meninggalkan) sholat. Adapun perempuan yang berkepala babi dan berbadan keledai karena dia adalah ahli adu domba dan pembohong. Adapun perempuan yang berbentuk anjing dan api masuk ke mulutnya dan keluar dari duburnya karena ia ahli umpat lagi penghasut.
    Wahai anakku! Celaka bagi perempuan yang tidak berbakti kepada suaminya.
    "
  20. Seorang isteri hendaklah menyadari bahwa seorang suami bagi isteri adalah bagaikan ayah bagi seorang anak karena taatnya seorang anak kepada ayahnya dan memohon keredhaannya adalah wajib Seorang suami pula tidak wajib mentaati isteri
  21. Menjadi pendorong serta penasehat dalam hal-hal kebaikan.
  22. Memahami hal-hal yang digemari dan yang dibenci oleh suami.
  23. Setiap perbuatannya hendaklah menyenangkan hati suami.
  24. Senantiasa menambahkan ilmu agamanya serta amalan.amalannya dengan berbagai macam cara seperti membaca, mendengar kaset-kaset ceramah agama serta mengikuti majlis- majlis agama.
  25. Demi cinta terhadap suaminya seorang isteri akan melakukan khidmat dan bakti kepada suaminya cara hal yang sebesar. besarnya sampai hal yang sekecil-kecilnya seperti menggunting kuku, memotong kumis, dan meminyakkan rambut suami. Rasulullah SAW pernah berkata kepada Siti Fatimah: "Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya, memotong kumis dan menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yang mengalir di sungai sungainya dan diringankan Allah baginya sakaratul maul dan akan didapatinya kubumya menjadi sebuah taman yang indah dan taman taman Surga. "
  26. Senantiasa menyediakan air di sisi suami. Selama ia berbuat yang demikian selama itulah ia didoakan keampunan oleh para malaikat.
  27. Memasak makanan menurut kesukaan atau selera suami.
  28. Menambal baju atau pakaiannya yang buruk.
  29. Siapkan barang-barang keperluan di dalam sakunya seperti sisir, celak, sikat gigi. cermin dan minyak wangi (ikut Sunnah).
  30. Ikut kemauan suami pada waktu bersenda gurau, memijat, mengipas dan sebagainya.

Rabu, 16 November 2011


galau
Galau, Galau, dan Galau. Apa definisi galau? Apa sih Galau itu? Apa Galau itu mengerikan? Haaahh! Banyak tanya. Simak dulu ini ::: Kata “Galau” memang mulai popular di lingkungan sekolah saya. Jika anda bertanya apakah penulis artikel ini sedang galau, maka jawabannya adalah Tidak ! Cukup cukup, mari kita lanjutkan tentang berbagai versi Pengertian / Definisi Galau ... (seaching-searching di Google nih)

   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Galau adalah :
ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau
   Menurut Rerey (22) :
Galau adalah suatu keadaan ketika suasana hati menginginkan kebebasan, namun ada yang mengikat, gak mau lepas.
   Menurut OMS (21) :           
Galau adalah pikiran kacauu, gara-gara cinta.

   Menurut Femmy (17) :
Galau adalah keadaan dimana seseorang bingung untuk menentukan pilihan.. Merasa susah apa yg akan terjadi nantinya... Apakah sesuai harapan atau tidak... Apakah ini benar atau salah... Apakah ini yg terbaik....bimbang...
   Menurut Wiku (pendiri grup Bandung Galau Selalu di Facebook) :
Buat saya, galau adalah pilihan hidup. Galau adalah moment di antara pilihan, sebelum pilihan, atau setelah pilihan. Jadi itu adalah moment ketika kita berpikir bebas, sebelum menentukan sesuatu.

   Menurut Rosiana (blogger) :
Galau itu ketika orang itu tengah kosong pikirannya dan asalnya itu dari hati.
   Menurut Spica Arumning (blogger) :
Galau adalah suatu keadaan dimana kita memikirkan suatu hal secara berlebihan, bingung apa yang harus dilakukan dengan suatu hal ini .. Dengan pikirannya sendiri sehingga menimbulkan efek emosi melabil, pikiran pusing, dan mendadak insomnia.

Sabtu, 12 November 2011


Pria Dan Wanita

Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria & wanita. Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan pria. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan wanita.

Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak,
kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: 'Tuhan,
ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya'.

'Baiklah', kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali. Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, 'Tuhan, sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian.

Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya.

Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!'.

Sang Pencipta berkata, 'Baiklah'. Ia memberikan wanita itu kembali
kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, 'Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu.

Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya'.

Sang Pencipta balik bertanya, 'Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?'.

Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, 'Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?'.

'Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!', jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita :
1. Wanita membutuhkan perhatian dan pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian dan pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat dan pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan dan pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan dan pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan dan pria membutuhkan dorongan
 

Selasa, 08 November 2011

Lagu Rindu - Kerispatih

Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

Reff:
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya

Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

Rabu, 02 November 2011

Antara Suka, Sayang dan Cinta…


Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Ia sangat cantik dan menawan.”
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,”Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan.”

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Begitu beratku
melupakanmu selalu
Kuharapkan cinta
darimu walau kini kau
tlah berpaling namun...

aku
tetap menunggu
Sebait kata terucap
darimu bahwa kau
tak pernah
melupakanku.

Selasa, 01 November 2011



SURAT UNTUK MAS SURYA








SATU

Kolam Renang, pukul 16.00

          “Yang laen pada kemana ya? Udah pada datang belum sih? Udah jam 4 sore gini kog belum pada kumpul sih? Katanya kumpul jam 3 sore? Huft…, “ celoteh Nanda teman kuliahku.

          “Kayaknya sih pada belum datang deh Nda…. Sabar mungkin bentar lagi mereka juga dateng kog…,” ucapku menenangkan Nanda yang dari tadi ngomel-ngomel.
         
          Setengah jam kemudian teman-teman yang lain pun akhirnya datang juga. Ada Mas Agus, Mas Dani juga teman-teman yang lain.

          “Udah yuk kita turun aja. Dah gak sabar nih pengen cepet-cepet berenang… Hahaha,” ujar Mas Agus seraya bergurau.

          Akhirnya kita pun turun menuju kolam renang. “Duh, gimana ya aku kan gak bisa renang. Ikut renang gak ya? Tapi kalo nggak ikut renang ntar si Nanda maksa aku biar ikutan renang juga,” kataku dalam hati.

          Saat melewati sisi kolam renang kulihat Mas Agus sedang mengobrol di sisi kolam yang lain sama seorang cowok entah itu siapa. Saat aku dan Nanda berada di sisi Mas Agus barulah kutau siapa dia.

          “Kenalin nih yang ini namanya Nanda dan yang ini namanya Neza,” ucap Mas Agus seraya menunjuk padaku dan Nanda.

          Aku hanya tersenyum melihat cowok itu. Aku dan Nanda berjalan menuju tempat tunggu agar bisa meletakkan tas kita. Saat aku berjalan di belakang Nanda tiba-tiba…

          “Gimana jadi beli duren gak?” ujar cowok itu sambil tersenyum.

          “Ya terserah. Aku kan ngikut kamu aja, Mas…“ jawabku seraya penuh tanda Tanya. Hmm… Apa dia ya yang namanya Surya? Kalau bukan Surya tapi kok nyebut-nyebut duren? Hihihi. Lucu deh ah…

          “Siapa itu mbak Za?” tanya Nanda padaku.

          “Kayaknya sih namanya Surya deh kalau enggak salah. Tau nggak?”

          “Engga tau juga… Hahaha.”

          Ckckck. Nanda… Nanda… Seraya ku menggeleng-gelengkan kepala. Setelah aku dan Nanda meletakkan tas, kemudian Nanda duduk di sebelahku.

          “Mbak Za ikut renang juga kan?Ikut aja ya… Kalo kamu gak ikut, ntar masa’ aku sendirian aja sih renangnya mbak?” tanyanya seraya memaksa aku.

          “Duh,gimana ya Nda… Aku kan gak bisa renang. Masa’ aku cuma diem aja di pinggir kolam sih?”

          “Gak papa deh mbak Za… Yang penting aku ada temen daripada aku renang sendirian? Ayo dog mbak Za… Ikutan ya...” ajak Nanda setengah memaksa.

          “Iya deh Nda… Tapi aku Cuma di pinggir kolam aja lho Nda, gak papa kan?”

          “Iya gak papa kok mbak… Ya udah renang sekarang aja yuk mbak. Kita ke dekat tangga itu aja,” ujar Nanda seraya menarik tanganku.

          Di tangga kolam aku hanya duduk memandang Nanda yang tengah asyik renang kesana kemari. Aku Cuma bisa ngeliat dari pinggir kolam. Jadi pengen bisa renang deh… Tiba-tiba aja pikiranku jadi flashback saat pertama kali lewat pinggir kolam tadi. Hati mulai beranjak sore (gimana gak sore? Renangnya aja juga udah sore kog). Aku dan Nanda menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian yang bersih. Setelah mengganti pakaian, aku dan Nanda pun berkumpul dengan teman-teman lain yang sudah bersiap-siap pulang. Aku pun sudah nggak sabar pulang ingin langsung ke tempat tidur dan menghangatkan badan.

          “Mbak Za, kita mampir kemana dulu yuk?” tanya Nanda padaku di tengah perjalanan pulang.

          “Ya terserah kamu aja lah Nda enaknya meh dimana…”

          “Enaknya dingin-dingin gini makan apa ya mbak? Meh beli makanan dimana mbak? Kalo di World’s Café enak-enak nggak mbak?”

          “Huem, Nda… Di World’s Café enak-enak juga murah banget kog Nda… Meh kesana ato gimana?” tanyaku balik.

          “Meh gimana ya mbak? Aku manut kamu aja lah mbak… Hehehe,”

          Saat kita sedang berdebat dan bingung mau cari makan dimana, tiba-tiba di sebelah kanan motor yang sedang aku dan Nanda tumpangi disejajari oleh laju motor Mas Surya.

          “Mau kemana? Langsung balik?” tanyanya padaku.

          “Nggak tau nih Mas masih bingung juga ini. Lagian aku nurut aja ma yang di depan ini,” jawabku sambil nunjuk Nanda yang ada di depanku. “Kamu sendiri langsung mau pulang juga Mas?” tanyaku balik sembari tersenyum.

          “Iya,aku langsung balik. Ini Udah deket kog. Ya udah aku duluan ya… Kapan-kapan mampir aja.”

          “Oke…”

          Sesampainya dirumah aku mandi lagi deh akhirnya (hahaha… takut sakit karna kedingina sih…). Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian, aku merebahkan diri di kamar dan mengambil buku diary kesayanganku. Langsung ku tulis semua curhatanku padanya. Sampai ku terlelap dalam mimpi.

              Dear Diary,
              Hari ini aku nekat banget ikut-ikutan renang padahal aku enggak bisa
              renang. Bisa-bisa besok pagi aku bisa sakit dan gara-gra kedinginan.
              Hohoho… Tapi enggak papa juga sih kan aku juga bisa senang-senang.
              Oya, tadi aku baru tau lho yang namanya Mas Surya. Dia nak Fakultas
              Teknik. Sekampus denganku juga. Padahal dulu waktu ada acara di Kam
              pus gitu aku malah enggak tau kalo dia ikut dateng juga.Kalo diliat-liat
              sih dia orangnya baik,tertutup juga dingin deh kayaknya. Dan ini perte
              muan pertamaku dengannya. Semoga saja akubisa menjadi temannya. I hope…

* * *


DUA

          Keesokan harinya…

          “Selamat pagi bantal… Selamat pagi guling… Selamat pagi hape… Selamat pagi duniaaaa… Akhirnya hari minggu juga. Aku bisa istirahat nih… Hoamz…”

          Tok… tok… tok…!!

          “Neza, ayo bangun donk… Udah ditunggu ayah sama ibu lho Za….”

          Itu suara kakak laki-laki ku namanya Hendra. Orangnya posesif banget sama aku. Tapi dia baik juga sih.           Dengan kacamata minusnya itu semakin menambah ketampanannya. Gak heran kalo cewek-cewek di kampus pada naksir sama dia. Kalo dia bukan kakak aku, dia pasti udah aku jadiin pacarku. Hehehe… Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Mas Hendra, aku dan Ivan, adik laki-laki ku. Saat ini Mas Hendra kuliah di UNY, Yogyakarta semester 5 sekampus denganku. Sedangkan Ivan masih kelas 2 SMP. Aku sendiri cewek tetapi lupa akan kodratnya sebagai cewek. Mas Hendra pun selalu memarahiku akan tingkahku. Sedangkan Ayah dan Ibuku selalu sibuk akan pekerjaan mereka masing-masing.

          Dorrr… Dorrr…
         
          “Itu pasti Mas Hendra lagi deh yang gedor-gedor pintu kamar. Huh… Tuh orang gak fair banget sih sama aku? Masih ngantuk juga malah seenaknya aja gedor-gedor pintu,” batinku seraya menggerutu.

          “Nezaaaaaaa… Ayo, bangun donk. Udah ditunggu ayah sama ibu diruang makan itu lho…” ujar Mas Hendra sambil teriak di depan kamarku.

          Sambil kucek-kucek mata akhirnya aku bangun juga dari tempat tidur dan membuka pintu. ”Iya, iya Mas Hendraku sayang… Bilang sama ayah ibu tunggu 5 menit lagi ya… Neza mau cuci muka dulu. Dah sono ah…” ucapku sambil mengusir Mas Hendra dari hadapanku. Mas Hendra hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahku.

          Selesai cuci muka aku turun menuju ruang makan. Huah, menu makan pagi ini enak-enak deh ah… Langsung aja aku tancap ambil nasi sayur juga lauk faforitku.

          “Nez, pelan-pelan bisa gak sih? Jangan grusah grusuh gitu ambil nasinya…”

          “Aku udah gak sabar makan nih Mas Hendra…” jawabku seraya nyengir kuda

          “Makanya besok-besok kalo dibangunin tuh langsung bangun jangan pake males-malesan. Ya udah makannya cepet dihabisin habis makan kita langsung lari pagi,” Mas Hendra mengingatkan.

          Uhuk… Uhuk… Aku kaget dengar ucapan Mas Hendra barusan. “Abis makan langsung lari pagi? Huah… Padahal aku pengen tidur lagi,” batinku.

          “Haduh, Mas Hendra… Neza pengen tidur lagi nih masih ngantuk gara-gara tadi malem gak bisa-bisa tidur. Neza absen lari paginya ya… Lagian walapupun Neza rajin olahraga juga gak bakal ngurangin pe…” ups hampir aja aku keceplosan. Selama ini aku mengidap kanker otak tapi keluarga tak pernah ada yang tau akan penyakitku ini karna aku tak mau mereka repot dengan aku yang penyakitan ini.

          “Gak bakal apaan Za? Halah, alesan aja… Hari minggu itu bukan waktunya untuk malas-malasan Neza… Olahraga itu bikin kita sehat. Bla.. bla.. bla…”

          “Huh, mulai deh ceramahnya. Kepaksa deh nurut Mas Hendra kali ini daripada ngomel mulu,” gerutuku dalam hati.

          Selesai makan aku siap-siap lari pagi bareng Mas Hendra. Ivan gak ikut karan pergi maen sepak bola bareng teman-temannya. Aku jadi ngiri bisa pergi sendiri. Saat kita tengah asyik lari pagi, aku melihat Winda cewek yang kata anak-anak kampus naksir banget sama Mas Hendra dan katanya cemburu kalo aku selalu di samping Mas Hendra. Wah,kesempatan bagus nih, pikirku.

          “Mas Hendra, ada Winda si cewek centil tuh… katanya naksir sama kamu tuh Mas… Samperin gih biar dia melambung-lambung deh tu… Hahaha…” ucapku sambil mengerlingkan mataku.

          “Udah deh Neza… Kamu tau sendiri kan Mas Hendra gak suka sama Winda. Gayanya itu lho Za…” ujar Mas Hendra seraya bergidik.

          Saatnnya aku melancarkan aksiku saat lewat di depan Winda. Aku menggandeng tangan Mas Hendra dengan mesranya. Kulihat muka Winda merah padam menahan marah saat melihat aku menggandeng tangan Mas Hendra. Mas Hendra tau kalo ini cuma akal-akalanku saja untuk membuat Winda cemburu.

          “Apa-apaan sih Za…” ucap Mas Hendra seraya menepis tanganku.

          “Ah, Mas Hendra gak asyik deh… Kan baru asyik nih, Mas…” ucapku merengut.

          “Aduh, Za… kamu kog sukanya buat masalah sih sama si Winda itu? Kalo dia macem-macem lagi ma kamu Mas Hendra gak bakal bantuin ya…” ancam Mas Hendra padaku.

          “Siiiip…” jawabku seraya mengacungkan dua ibu jari ku.

          “Ya udah ayo kita lanjutin lari paginya biar cepet sampe rumah. Ntar mandinya cepet loh… Soalnya sore ini Mas Hendra ada janji ma Mas Dafa nih…”

          “Lho kog disruruh cepet tuh emangnya mau ngapain? Lagian juga Mas Hendra perginya ntar sore kan? Ini masih pagi Mas…” ucapku bingung.

          “Haduh, Neza… Kamu itu masih muda tapi kog udah pelupa sih? Tadi malem siapa yang ke kamar Mas Hendra terus ngerayu-ngerayu biar mau nganterin kamu ke toko buku?” tanyanya padaku sambil mencubit hidungku.

          “Aw… aw… aw… Sakit nih Mas… Hehehe. Oh, iya ya Neza lupa td malem kan Neza minta tolong anter Mas hendra. Siiip deh ntar Neza mandinya cepet deh… Ntar abis dari took buku Neza anterin ke toko olahraga yam au beli sepatu basket nih Mas… Oke? Abis itu beliin es krim… Hahaha,” kataku nyengir kuda.

          “Ha kog banyak banget sih Za? Perasaan tadi malem Cuma minta anter ke toko buku doank deh Za… Terus kamu ke toko olahraga mau beli sepatu basket? Haduh, Za… Kamu itu cewek napa sukanya maen basket sih? Itu kan permainan cowok…”

          “Kan yang penting tetep sehat Mas Ndra… Lagian olahraga basket juga bisa dimainin cewek kog. Enggak cuma cowok doang kog Mas…” kataku meyakinkan.

          “Kamu itu kalo dibilangin selalu ngeyel deh… Ya udah terserah kamu aja deh Za.”

          Sesampainya dirumah aku langsung buru-buru naik ke kamarku dan mandi biar Mas Hendra gak ngomel-ngomel lagi. Segernya abis mandi pagi aku jadi gak ngantuk lagi. Hehehe. Buru-buru aku ketuk pintu kamar Mas Hendra kalau-kalau dia ketiduran sehabis mandi.

          Tok… tok… tok…

          “Mas Hendra, udah mandi belum sih? Daritadi gak selesai-selesai sih? Neza udah siap nih… Mas Hendraaaaaaaaa, jawab dong…” teriakku.

          “Gak usah teriak teriak gitu napa sih Za?” ucap Mas Hendra dibelakangku. Spontan aku kaget dan muka merah padam. “Mas Hendra tuh udah siap daritadi Za… Kamunya aja yang kelamaan. Ngapain sih? Mandi susu terus luluran gitu? Hahahaha…”

          “Huh… Bisa gak sih kalo Mas Hendra gak usah ngagetin Neza kayak gitu?” ucapku merengut.

          “Hahaha… Maaf deh Za. Abis kamu teriak-teriak di depan kamar Mas. Orang Mas tuh daritadi berdiri di pojok itu. Kamunya aja yang gak liat Mas berdiri disitu,” ucap Mas Hendra sambil menunjuk tempat dia berdiri tadi.

          “Ya udah yuk kita langsung pergi sekarang aja deh… Keburu siang nih Mas…” ajakku menggandeng tangan Mas Hendra.

          “Iya, tapi pelan-pelan aja Za… Jangan buru-buru gitu juga,” keluh Mas Hendra.

          “Katanya tadi disuruh buru-buru sekarang suruh pelan-pelan aja. Gimana sih Mas Hendra ini?”

          “Ya udah Mas Hendra ambil motor dulu deh… Kamu tunggu di halaman dulu sana,” ucapnya

          Aku pun bergegas ke halaman. Saat melewati ruang keluarga kulihat ayah sedang membaca Koran dan ibu pun tengah sibuk dengan laptopnya entah sedang mengerjakan apa.

          “Kamu mau kemana Za?” tanya ayah padaku.

          “Paling juga maen ke tempat Citra itu Yah…” jawab ibu tanpa memalingkan muka dari laptopnya.

          “Enggak kog yah, bu… Neza mau pergi ke toko buku bentar sama Mas Hendra kog,” jawabku dingin.

          “Ya udah kalian hati-hati aja di jalan jangan ngebut ya…” ucap ayah.

          “Iya Ayah…”

          “Terus si Ivan kemana Za? Kog abis sarapan tadi Ayah gak liat Ivan lagi?” tanya Ayah padaku lagi.

          “Paling juga main sepak bola Yah di lapangan bola deket kompleks.”

          “Oh ya udah kalo gitu… Selamat bersenang-senang ya Za….”

          Aku hanya tersenyum mendebgar ucapan Ayah barusan. Bersenang-senang? Bersenang-senang apanya? Ayah dan Ibu gak pernah ngertiin Neza kalo Neza butuh kalian saat Neza sedang ada masalah. Tapi kalian selalu sibuk dengan pekerjaan kalian.

          “Kamu napa Za kog cemberut gitu?” tanya Mas Hendra sesampainya aku di halaman.

          “Biasa deh Mas… Ayah sama Ibu cuek sama Neza,” jawabku bersungut-sungut.

          “Ya udah Za biarin Ayah sama Ibu kan sama-sama sibuk. Lagian mereka sibuk juga buat kita uangnya kan? Untung kita punya orang tua seperti Ayah sama Ibu. Kita gak ditelantarin di pinggir jalan sama mereka. Ya udah kita langsung ke toko buku aja…” ajaknya.

* * *

          Beberapa menit kemudian akhirnya aku dan Mas Hendra sampai di toko buku yang dituju. Setelah menitipkan tas aku langsung mencari novel remaja.

          “Kamu mau beli buku apa sih Za?”

          “Neza mau beli novel roman nih Mas… Pilihin ya Mas… Hehehe. Mas Hendra bagusan novel yang ini ato yang ini?” tanyaku seraya menunjuk ke buku yang sedang kupegang.

          “Coba Mas Hendra baca intisarinya dulu deh… Ntar Mas Hendra pilihin buat kamu.”

          Mas Hendra kemudian membaca intisari bukunya. Lalu menimbang-nimbang buku yang harus kubeli. “Kalo menurut Mas Hendra mending kamu beli novel yang ini aja deh Za…” Mas Hendra menunjuk novel yang kupegang tadi. “Jalan ceritanya bagus banget,” ucap Mas Hendra.

          “Oke deh kali ini Neza ikut sama pilihannya Mas Hendra. Tapi beneran bagus kan?” tanyaku meyakinkan sekali lagi.

          “Iya, Neza… Yang ini beneran bagus kog.”

          “Ya udah Neza ke kasir dulu abis ini anterin ke toko olahraga terus beliin Neza ice cream ya Mas? Hehehe…”

          “Ah, kamu ini udah minta anter minta ditraktir pula. Iya abis ini Mas Hendra beliin deh… Kamu itu lho malah minta dibeliin ice cream sih?”

          “Neza lagi pengen nih lho Mas… Lagian dah lama juga kan kita gak minum ice cream lagi kayak dulu? Inget gak kapan terakhir kita minum  ice cream berdua?”

          “Waktu kita masih SMA kan Za?”

          “Yup, bener banget waktu kita SMA dulu mlh sering minum ice cream berdua.”

          “Ya udah sana buruan ke kasir bayar tuh buku. Ntar Mas Hendra beliin sepuasmu deh…”

          “Yang bener Mas Hendra mau beliin ice cream buat Neza sepuas Neza? Makasih Mas Hendra sayang…” ucapku sambil memeluk Mas Hendra. Spontan saja pengunjung yang ada di toko buku itu memperhatikan kita berdua. Buru-buru kulepaskan pelukanku ke Mas Hendra. Setelah membayar buku aku dan Mas Hendra meuju toko olahaga dan aku mendapatkan apa yang kubutuhkan. Saatnya minum ice cream berdua sama Mas Hendra.

          “Za, menurut kamu Mas Dafa itu gimana sih? Katanya dia naksir kamu lho Za…” tanya Mas Hendra dengan ada menggoda.

          “Ah, apa-apaan sih Mas Hendra tuh? Jangan genit deh sama Neza. Biasa aja tuh perasaan Neza ke Mas Dafa. Ya kalo menurut Neza sih Mas Dafa baik, ganteng, putih, pinter, ketua madding, penyiar radio kampus pke kacamata juga kayak Mas Hendra. Tapi Neza enggak suka sama Mas Dafa. Neza Cuma anggap Mas Dafa kakak aja seperti Mas Hendra. Udah deh Mas Hendra jangan godain Neza lagi ah dan jangan ngomong apa-apa soal Mas Dafa lagi.” Ucapku cemberut.

          “Iya sayang… Ya udah yuk kita pulang udah sore nih. Sejam lagi Mas Hendra pergi nih sama Mas Dafa.”

          “Yuk…”

* * *


TIGA

        Kampus UNY

          Pagi ini kuliah lagi deh… Apalagi pelajarannya membosankan. Pengen kabur tapi ntar Mas Hendra pasti tau. Huh, sumpek deh ah…, rutukku dalam hati. Saat berjalan menuju ke kelas, kulihat Winda cs menghampiriku. “Huh, mau ngapain lai sih tuh cewek centil? Mau nglabrak aku nih kayaknya… Siap-siap dulu deh…” kataku lirih.

          “Heh... Ngapain kamu kemarin pagi lari-lari sama Hendra?! Pake gandeng-gandeng tangan Hendra lagi. Dasar cewek gak tau malu!!!” omel Winda begitu di depanku. Anak-anak kampus yang ada di sekitar kami pun menoleh ke arah kita dan berbisik-bisik.

          “Emangnya aku gak boleh lari-lari sama Mas Hendra apa? Emang kamu siapanya Mas Hendra? Ceweknya? Ato Adiknya? Ato bahkan pembantunya? Sok-sokan ngelarang aku jalan sama Mas Hendra. Ngaca dulu donk… Dirumah gak punya kaca ya Non? Hahaha…” jawabku meledek.

          “Eh, kurang ajar banget sih ni anak? Pake nyolot lagi… Kamu emang gak punya malu!!! Hendra itu cowok aku, tau!!”

          “Mas Hendra cowok kamu? Nggak salah?! Setauku Mas Hendra enggak suka tuh ma kamu… Ngarang aja kamu. Nih, ya selama aku serumah sama Mas Hendra sekalipun dia gak pernah cerita soal kamu dan Mas Hendra nggak pernah tertarik sama kamu. Kamunya aja yang kecentilan nempel-nempel kayak prangko ke Mas Hendra,” kataku semakin berapi-api.

          “Apa?! Kamu serumah sama Hendra? Kamu bener-bener enggak tau malu!! Berani-beraninya satu rumah sama Hendra!!” Winda semakin marah.
          Duh, hujan lokal nih… air ludahnya muncrat semua ke wajahku, kataku dalam hati. “Hahaha…” Aku hanya tertawa.

          “Ngapain kamu ketawa?! Ada yang lucu?!”

          “Gimana nggak lucu? Masa’ satu rumah sama kakak sendiri dilarang? Hahaha…”

          “M… Ma… Maksud kamu apaan?” muka Winda semakin memerah.

          “Dengerin nih ya… Aku sama Mas Hendra itu saudara kandung. Gimana nggak tinggal serumah? Hendra Agusta Hanandito dan Neza Aprilia Hanandito. Namanya mirip kan? Hahaha… Aku semakin tertawa keras saat melihat wajah Winda yang semakin memerah itu. Winda cs pergi meninggalkanku dengan paras yang memerah menahan malu.

* * *

        “Nez… Neza…!!!”

          Huh… Pasti itu Mas Dafa deh yang manggil. Tanpa menoleh pun aku kenal suara itu. Temen Mas Hendra yang kata Mas Hendra naksir ma aku. Ha…?! Suka ma aku?! Enggak salah apa?! Kuakui Mas Dafa ganteng, pintar, pake kacamata, ketua mading kampus juga penyiar radio kampus. Tapi tak sedikitpun aku tertarik padanya. Paling sebel kalo Mas Hendra cerita soal Mas Dafa padaku. Ceritanya pun menggebu-nggebu. Jengah juga tiap hari denger Mas Hendra nyebut-nyebut Mas Dafa seraya menggodaku.

          “Iya Mas Dafa?” kubalikkan badan agar bisa melihatnya.

          “Ah, enggak kog. Kamu mau kemana nih? Kamu dah tau belum kalo Hendra ada urusan sama dosen? Kayaknya lama deh… Terus Hendra minta tolong sama aku biar kamu dibarengi gitu. Kata Hendra kamu mau ke toko buku lagi ya? Aku anterin aja sekalian aja soalnya aku kebetulan juga mau beli buku buat tugas. Gimana?” ajak Mas Dafa padaku.

          Huh… Dasar Mas Hendra seenaknya aja lho ah… Kalo mau ketemu sama dosen bilang kek daritadi kan aku bisa pergi ke toko buku sendiri tapi gak usah bilang sama Mas Dafa. Kepaksa deh harus ikut Mas Dafa daripada nungguin Mas Hendra keluar. “Hmm… Gimana ya Mas? Tapi ngrepotin gak nih?”

          “Enggak kog Za… Ya udah kamu tunggu disini ya Mas Dafa mau ambil mobil dulu ya.” Ucapnya seraya pergi ke parker.

          Tanpa kusadari di lantai 2 Mas Hendra yang sejak tadi memperhatikan aku dan Mas Dafa pun hanya tersenyum kecil. Dalam hatinya senang karena aku akhirnya mau diajak jalan juga sama Mas Dafa.

          “Nez, kog diem aja sih? Kenapa sih emangnya? Lagi mikirin sapa hayo?”

          “Eh enggak kog Mas… Cuma pengen diem aja,” jawabku sembari tersenyum.

          “Daripada kamu ngelamun hal yang gak berguna mending kamu dengerin lagu ini nih… Bagus banget kog. Kamu pasti suka.”

          “Coba aja deh Mas aku pengen dengerin lagunya kayak apa? Kayaknya kamu suka banget ma tuh lagu ya?” tanyaku. Semenit kemudian akupun terlelap dalam lagu itu. Enak juga nih lagu, batin Neza. Kayak gini nih liriknya…

              Ku ingin kau tau, ku ingin kau slalu
              Dekat denganmu setiap hariku

              Sudahkah kau yakin
              Untuk mencintaiku
              Ku ingin hanya satu tuk selamanya

              Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
              Tak perduli kelemahanmu
              Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

              Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
              Tak pernah menginginkan kamu lebih
              Dari apa adanya dirimu selalu

              Cintaku terasa sempurna karna hatimu
              Slalu menerima kekuranganku
              Sungguh indah cintaku

          Bagus juga nih lagu, batinku… Tapi kenapa aku jadi deg-degan gini sih? Aku pun jadi teringat Mas Surya. Duh, kenapa lagi sih ini?? Gerutuku dalam hati. Lagu yang dinyanyiin Nicky Tirta sama Vanessa Angel ini bikin hatiku berdegup kencang. Apa aku mulai suka sama Mas Surya ya? Ah, kayaknya enggak mungkin deh lagian kan kita ketemu juga baru sekali di kolam renang itu. Apa ini yang namanya love at the first sight ya? Huft… tanyaku dalam hati.

          “Nez, mau ke toko buku dulu kan?” pertanyaan Mas Dafa mengagetkanku.

          “Eh… Oh… Hmm, iya ke toko buku dulu aja… Mau beli novel lagi soalnya Mas,” jawabku sambil tersenyum.

          “Oke deh…”

* * *

                   Dear Diary
              Hari ini perasaanku setengah-setengah deh… (Lho!!) Gimana enggak?
              Aku itu enggak suka sama Mas Dafa tapi malah Mas Hendra malah
              nyoba ngedeketin aku sama Mas Dafa. Bayangin aja padahal aku nga-
              jak Mas Hendra ke toko buku eh malah Mas Hendranya minta tolong
              sama ma Mas Dafa. Ya jelas aja Mas Dafa langsung mengiyakan orang
              dia suka sama aku kog. Tapi seneng juga sih orang Mas Dafa yang ba-
              yarin buku yang aku beli kog. Hehehe. Tau nggak tadi waktu aku di da
              lam mobilnya Mas Dafa, tiba-tiba aku teringat sama cowok yang aku
              temuin dikolam renang itu. Yup… Dia Mas Surya. Huft… Aku ini kenapa
              ya? Kog tiba-tiba aja keinget sama dia. Apa aku mulai suka ya sama dia?
              Apa ini yang namanya love at the first sight ya? Huh… Gak tau ah… Biar
              lah waktu yang kan menjawabnya suatu hari nanti. Keep smile Neza…

        Kututup buku diaryku saat ringtone First Love-nya Eric Martin berbunyi. Tanda ada SMS masuk. Siapa ya yang SMS malem-malem gini? Ah, paling juga Citra, Radit ato kalo enggak Mas Dafa yang SMS. Hmm, nomer asing lagi deh… Eits, tapi tunggu… Kayaknya ku kenal deh sama nomer ini. Seperti nomer hapenya… Mas Surya!! Ya, benar ini memang nomernya Mas Surya, batinku gembira. Tapi darimana ya dia tau nomerku? Ah, bodo amat lah yang penting Mas Surya SMS aku.

          +6285647512929
          25 Mei 2011
          21:21
          Maaf ya kalau aku mengganggu tidur malam Anda

          Maaf ya ini siapa ya?
          Sending by +6285647512929

          +6285647512929
          25 Mei 2011
          21:23
          Ya pkoknya ada deh…

          Ini Mas Surya ya?
          Sending by +6285647512929

          +6285647512929
          25 Mei 2011
          21:24
          Surya sapa ya?

          Aku hanya tersenyum. Senang rasanya bisa berkenalan dengannya. Akhirnya aku pun sibuk dengan saling balas SMS dengannya. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Huh… Aku harus tidur nih… Besok kalo telat bangun bisa-bisa Mas Hendra ngomel-ngomel. Semoga mimpiku malam ini indah.

* * *

          Drrrt… Drrrt… Hapeku getar.

          Mas Surya
          26 Mei 2011
          09:00
          Dek, gimana jadi yang mau beli duren hari ini?

          Hmm… Boleh deh ntar aku kabarin lagi aja ya. Mungkin
          ntar sore aja ya kira-kira jam 4 gimana?
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          26 Mei 2011
          Oke deh ntar kalo aku bisa jam 4 aku kabarin lagi ya…

          Siiiip, deh Mas… Aku tunggu kabarnya aja ya
          Sending by Mas Surya

        “Za, kamu itu kenapa kog senyum-senyum sendiri sih cuma bales SMS doang? Hayo, SMS an sama siapa tuh? Aku mau tahu dong Za…” tanya Citra, sahabatku di kampus.

          Citra adalah sahabat yang paling baik selama aku kenal dia. Selain Citra aku juga punya sahabat cowok juga namanya Radit. Kita bertiga kenal saat ada berada di UKS kampus. Aku senang bisa kenal mereka berdua. Dan Citra pun suka sama Radit walaupun Radit tak pernah tau apa yang dirasakan oleh Citra. Radit malah jadian dengan Intan anak Fakultas Sastra itu. Kuakui Intan cantik sih tapi menurutku dia judes deh… Ya semoga Citra bisa jadian sama Radit sebelum aku menghembuskan nafas terakhir. Aku ingin melihat orang yang ada di sekitarku bahagia. Aku tak mau melihat mereka sedih dengan kepergianku.

          “Hmm… Ada deh… Pokoknya cowok yang aku temuin di kolam renang kemarin pas ada lagi acara renang itu lho… Kamu sih gak ikut makanya kamu gak tau. Kemarin kan yang ikut Cuma aku sama Nanda doing. Tapi kamu tau kog orangnya. Dia anak kampus sini juga kog. Dia anak Fakultas Teknik. Kakak kelas kita. Ntar deh kalo aku liat dia aku kamu kasih tau ya. Soalnya dia orangnya pendiem kog Cit…” jawabku sambil tersenyum.

          “Aku jadi penasaran nih ma orangnya. Sapa sih yang udah buat Neza ku saying ini jatuh cinta padanya?” ucap Citra sambil tertawa.

          “Heh, sapa juga yang lagi jatuh cinta? Orang cuma aku anggap sebagai kakak aku doing kog. Jangan ngawur deh kamu,” jawabku kikuk.

          “Enggak usah kikuk kayak gitu Za… Aku tau kog kalo kamu lagi suka sama dia. Udah keliatan kog dari mukamu kalo kamu itu suka sama dia. Ya bersyukur aja deh kalo ada yang suka sama kamu. Berarti aku enggak bakal kamu repotin lagi…. Hahaha,” canda Citra.

          “Ih, kamu ngawur aja sih… Gini-gini masih ada yang naksir aku tau.”

          “Hahaha… Paling mentok juga Mas Dafa kan yang suka sama kamu? Hahaha…,” Citra tertawa.

          “Ih, jangan keras-keras donk… Malu nih. Lagian aku kan juga gak suka sama Mas Dafa. Aku cuma anggap dia kakakku aja kog. Lagian kan yang suka bukan aku tapi dianya.”

          “Iya, iya deh… Daripada ngambek mending kita ke kantin aja yuk…” ajak Citra.

          “Hmm… Kita pergi aja yuk Cit kemana kek gitu… Eh, si Radit kemana sih? Kog aku gak liat Radit daritadi tuh anak ngilang-ngilang mulu sih?” tanyaku.

          “Ah, paling-paling juga ke kantin nemuin Intan kan? Maklum mereka kan juga baru jadian ya masih mesra-mesranya Nez…” jawab Citra lirih.

          “Hahaha. Kamu cemburu ya Cit kalo Radit jadian sama Intan? Saba raja deh Cit, suatu saat Radit juga nyadar kog kalo ada yang mencintainya sepenuh hatinya,” kataku menghibur.

          Paras Citra memerah. Aku hanya tertawa. “Ah, kamu ini apa-apaan sih Nez? Sapa juga yang suka sama Radit? Kita kan sahabat mana mungkin aku suka sama sahabat sendir? Kamu ngaco ah Nez…” ucap Citra dengan muka merah.

          “Jangan bo’onk deh Cit… Aku tau kog kalo kamu itu suka sama Radit. Udah dari dulu kan? Ya suatu saat aku doain moga-moga aja kamu bisa jadian sama Radit. Yaudah yuk kita jalan berdua aja ya… Ntar paling juga dia SMS kamu ato kalo enggak ke aku. Yuk kita jalan sekarang aja deh keburu siang males aku. Hehehe.”

          “Emangnya mau kemana sih Nez siang-siang gini? Ntar kalo Mas Dafa ato Mas Hendra nyariin kamu gimana?” pertanyaan Citra mengingatkanku.

          “Oh, iya aku hampir lupa. Untung aja kamu ingetin aku. Tunggu bentar ya aku mau nelpon Mas Hendra nih. Ntar aku malah dicariin sama dia.” Langsung ku ambil hape dalam tas dan kucari nama Mas Hendra di kontak hapeku. “Duh, Cit Mas Hendra gak angkat telponku nih… Gimana ya?” tanyaku bingung.

          “Coba deh kamu telpon Mas Dafa aja pasti diangkat deh…” jawab Citra memberi solusi.

          “Haduh, telpon Mas Dafa? Enggak salah apa? Kalo telpon dia enggak kelar-kelar ngomongnya Cit…”

          “Ya dicoba dulu aja gih, sapa tau diangkat terus ntar bisa disampein ke Mas Hendra. Daripada ntar Mas Hendra ngomel-ngomel? Ntar kamu ngeluhnya sama aku.”

          “Yaudah deh aku telpon Mas Dafa dulu.” Kuambil hape dalam tas lagi dan cari nama Mas Dafa dikontak hapeku. Yes, ketemu.

          “Hallo, Mas Dafa… Mas Hendra kemana sih? Kog aku telpon enggak diangkat-angkat? Padahal Neza mau ngomong kalo…” belum selesai aku ngomong Mas Dafa langsung menyela pembicaraanku.

          “Iya tuh Nez Hendra lagi ada tugas dari dosen makanya telpon dari kamu enggak diangkat. Telponku aja tadi enggak dia angkat kog malah di reject. Emangnya kamu mau ngomong apa Nez? Ntar aku sampein deh ke Hendra…”

          “Aku cuma mau bilang kalo aku pulang e enggak bareng sama dia Mas soalnya aku mau pergi sama Citra. Makanya aku tadi telpon Mas Hendra. Tolong sampein ya Mask e Mas Hendra takutnya ntar Mas Hendra nyariin aku lagi.” Pesanku ke Mas Dafa.

          “Iya Nez ntar aku sampein deh ke Hendra. Emangnya kamu mau ke…”

          Belum selesai Mas Dafa ngomongnya aku sela pembicaraannya. “ Hmm… Makasih ya Mas Dafa udah mau bilang ke Mas Hendra. Yaudah aku jalan dulu ya Mas… Makasih lagi ya…” ucapku buru-buru sebelum Mas Dafa lanjut lagi ngomongnya.

          “Huh, untung aja telponnya langsung aku putus. Coba kalo enggak? Bisa-bisa sampe sejam dia yang nyerocos gak karuan. Udah yuk kita keluar sekarang ntar sore aku ada janji soalnya.”

          “Ada janji sama siapa sih Cit? Sama cowok nak Fakultas Teknik itu ya?” tanyanya sembari mengerlingkan bola matanya.

          “Ih, ada deh… Mau tau aja sih? Hahaha. Yaudah yuk pergi keburu Mas Dafa nyamperin aku kesini bisa berabe semua.”

          “Yuk…”

          Di luar kelas kulihat Winda cs sedang ngrumpi. Tau deh ngrumpiin apa. Paling banter juga ngrumpiin Mas Hendra lagi. Huh, gak bosen-bosennya deh dia ngomingin Mas Hendra. Orang Mas Hendra gak suka sama Winda masih aja ngejar-ngejar Mas Hendra. Saat ku melewati gerombolan Winda cs, kulihat Winda tersenyum padaku. Aku heran tumben Winda senyum ma aku biasnya kan kalo aku lewat depannya mesti mencak-mencak gak karuan. Tapi ya udahlah ngapain juga aku mikirin itu. Yang penting hari ini kau senang banget akhirnya aku ketemu sama Mas Surya.

* * *

EMPAT

          Drrrt… Drrrt… hapeku getar. Pasti Mas Surya deh yang SMS. Bener kan…? Aku senyum-senyum sendiri.

          Mas Surya
             26 Mei 2011
          15:30
          Dek, amu ketemu dimana nih? Ntar Mas jemput aja ya… Mau dijemput dimana dek?

          Hmm… Di World’s Café aja gimana? Tau tempatnya kan?
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          26 Mei 2011
          15:32
          Tau kog dek… Ya udah 10 menit lagi aku nyampe sana kog. Tunggu aja ya…
         
          Oke deh kalo gitu aku tunggu ya… Jangan lama-lama
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          26 Mei 2011
          15:33
          Oke deh dek… Mas lagi mau berangkat nih.

        Di depan pintu kamar Mas Hendra sedang melihatku. “Kamu mau kemana Nez? Rapi bener… Cantik pula. Mau ketemuan sama Mas Dafa ya, hayo…” tanyanya menggoda.

          “Ih, sapa juga yang janjian sama dia? Enggak kog Mas… Neza ada janji sama temen kog.”

          “Temen apa temen Za? Jangan bohong sama Mas Hendra. Gak mungkin kan kalo janjian sama temen kog rapi gitu wangi pula. Pasti janjiannya sama temen cowok ya? Ato gebetanmu?” tanya Mas Hendra padaku seraya duduk di pinggir ranjang.

          “Ih, ya pokonya ada deh kog Mas… Mas Hendra kenal kog sama orangnya. Pokonya dia nak Fakultas Teknik. Kalo namanya sih masih rahasia…” jawabku nyengir.

          “Sapa sih Nez orangnya? Mas dikasih tau donk sapa namanya. Sapa tau Mas Hendra kenal banget sama orangnya,” tanya Mas Hendra penasaran.

          “Jangan sekarang deh ya… Neza mau pergi nih… Suatu saat Neza bakalan ngasih tau sapa orangnya. Dah ya Neza mau pergi dulu udah ditunggu nih… Eh bentar aku udah cantik belum Mas? Pakaiannya gimana nih Mas? Bagus kan?” tanyaku sebelum pergi.
         
          “Iya… Adiknya Mas Hendra kan emang cantik. Sapa dulu dong kakaknya…”

          “Ih, Mas Hendra PD deh ah… Udah ah aku pergi sekarang ya. Bye-bye.” Buru-buru kutinggalkan Mas Hendra sendirian di kamarku. Tak lupa aku mencium pipi Mas Hendra sebelum pergi. Mas Hendra hanya geleng-geleng kepala saja. Tanpa kusadari Mas Hendra masih terdiam di kamarku dan melihat buku diaryku di atas meja. Langsung diambilnya dan membaca satu persatu tulisan yang ada dalam buku diaryku.

             Udah sampe belum Mas?
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          26 Mei 2011
          15:45
          Udah nih barusan aja kog. Kamu udah sampe mana dek?

          Aku baru keluar rumah ni mas… Bentar lagi juga nyampe kog. Kan deket.
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          26 Mei 2011
          15:47
          Oke deh… Aku tunggu kog. Sante aja dek jalannya.

        Buru-buru kupercepat langkah kakiku agar cepat sampai di World’s Café kasihan Mas Surya menunggu lama. 5 menit kemudian aku sampai di World’s Café. Aku tersenyum melihat Mas Surya sudah menungguku lama.

          “Maaf ya Mas aku kelamaan. Gara-gara kakakku tadi akujadi telat deh…” kataku.

          “Enggak apa-apa kog dek…” ucapnya sambil tersenyum.

          “Ya udah sekarang kita beli durennya dimana Mas? Di depan itu aja gimana?” kataku sambil menunjuk pinggir jalan raya tempat jualan duren.

          “Boleh deh… Kita kesana aja. Mumpung ada yang dekat.”

          Buru-buru aku dan Mas Surya menuju tempat penjual duren itu. Huh, nikmat juga ya makan berdua dengan seorang cowok. Hahaha. Baru kali ini deh makan diluar bareng dengan seorang cowok, kecuali Mas Dafa dan Mas Hendra pastinya. Romantis deh ah kalo orang-orang nyebutnya. Makan duren di pinggir jalan berdua ma cowok.

          “Durennya abisin sendiri ya…” canda Mas Surya.

          “Lho kog yang ngabisin durennya Cuma aku doang? Kamu juga makan gih Mas… Keblinger ntar kalo aku makan sendirian nih duren. Gak kuat nih perut. Hehehe.”

          “Iya deh tapi yang banyakan makan durennya kamu ya? Hahaha”

          “Lho kog aku lagi sih? Ya setengah-setengah deh…”

          “Iya iya… Eh dek kemarin yang SMS kamu siapa emangnya?” tanya Mas Surya sambil tersenyum.

          “SMS? Ih, perasaan aku lagi gak bahas yang SMS kemarin deh ah… Hahaha. Ketahuan kan kalo Mas Surya yang SMS aku?” tanyaku menyelidik.

          Paras Mas Surya memerah. “Oh, iya denk kan lagi gak bahas itu. Yah, ketahuan deh sekarang. Hahaha.”

          Semenjak pertemuan pertama dan kedua itu aku semakin akrab dengan Mas Surya. Sering ketemu dan sering SMS. Senang banget rasanya bisa kenal dekat sama dia. Ternyata dugaanku selama ini salah. Orangnya nggak pendiam. Malahan dia orangnya ramah. Aku semakin kagum sama dia. Kagum ato suka ya? Kayaknya suka deh sama dia. Hehehe. Suatu malam saat aku sedang menikmati lagu dari laptopku tiba-tiba hapeku bergetar. Mas Surya ternyata yang SMS.

          Mas Surya
          01 Juni 2011
          19:10
          Malem dek… Lagi apa? Mas ganggu gak?

          Malem juga Mas… Nih lagi tiduran aja sambil dengerin musik. Enggak kog
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          01 Juni 2011
          19:11
          Udah maem belum dek?

          Udah Mas baru aja selese nih terus masuk kamar. Hehehe. Mas sendiri
          udah maem belum?
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          01 Juni 2011
          19:13
          Udah kog. Eh dek Mas mau Tanya sesuatu tapi jawab jujur ya…

          Boleh aja. Emangnya mau tanya apaan Mas kog kayaknya serius?
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          01 Juni 2011
          19:14
          Tapi jawab jujur ya dek…

          Iya Mas Surya… Mau tanya apaan sih?
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          01 Juni 2011
          19:15
          Sebenernya adek anggap mas ini siap to dek? Takutnya ntar salah paham
          Jawab jujur ya dek

          Oke dulu adek sempat suka sama mas tapi perasaan itu berubah mas.
          Engga tau kenapa. Perasaan sayang adek ke mas cuma sebatas adek ke
          kakaknya. Itu doank yang adek rasain sekarang. Emangnya kenapa mas?
          Sending by Mas Surya

          Mas Surya
          01 Juni 2011
          19:17
          Gpp sih dek mas cuma tanya aja kog. Soalnya mas masih kepikiran masa lalu.
          Dan Mas Cuma anggap adek itu sebagai adiknya Mas aja.

        Kubaca SMS dari Mas Surya itu dengan hati yang sangat sakit. Akhirnya kubalas juga SMS Mas Surya itu.

        Masa lalu itu gak boleh diinget-inget lagi mas. Masa lalu itu untuk sebuah
          pembelajaran di masa depan mas. Jangan terpengaruh dengan masa lalu.
          Masa lalu untuk kita jadikan suatu ilmu agar kita tidak lagi terjatuh dalam
          lubang yang sama dengan masa lalu itu mas…
          Sending by Mas Surya

        Malam itu aku dan Mas Surya SMS an sampai larut malam. Tak terasa jam di dinding sudah menunjukkan waktu pukul 01.25 dinihari. Ternyata SMS malam ini hanya curhat semata. Tapi menyenangkan juga. Buru-buru kupejamkan mata agar esok tak terlambat bangun. Namun, mata ini pun tak mau terpejam. “Duh, udah larut gini tapi kog gak bisa merem juga sih? Padahal besok pagi ada pelajaran pak killer lagi. Kalo terlambat bisa-bisa gak boleh ikut pelajarannya selama seminggu.” ucapku dibalik selimut.

          “Enaknya ngapain ya malem-malem gini? Udah larut lagi. Diluar juga ujan pula. Bikin ngeri aja. Aku nulis diary aja ah baru itu aku buat susu panas biar aku cepet tidur,” ucapku seraya beranjak dari tempat tidur dan mengambil buku diary ku yang tergeletak di atas meja belajar.

              Dear Diary,
              Udah malem gini malah gak bisa tidur-tidur juga. Padahal besok
              pagi ada pelajarannya pak killer lagi. Kalo terlambat bisa-bisa aku
              engga boleh ikut pelajarannya lagi selama seminggu. Huh, gara-gara
              SMS an sama Mas Surya aku jadi gak bisa merem nih… Ry, aku lagi
              patah hati nih… Gimana enggak coba? Ternyata selama ini kedekat-
              tanku selama ini dengan Mas Surya aku hanya dianggap sebagai adik-
              nya. Padahal aku mulai suka dengannya. Mungkin aku harus merela-
              kan dia dengan wanita lain yang bisa menemani sisa hidupnya. Aku gak
              mungkin bisa menemani sisa hidupnya. Aku pun menyadari akan diriku
              sendiri yang hidupnya sudah tak lama lagi. Aku pun juga akan bahagia
              melihatnya bahagia dengan wanita lain. Semoga sebelum aku menghem-
              buskan nafas terakhirku, aku bisa mengatakan kepadanya kalo aku cinta
              sama dia. Walaupun akhirnya aku akan tetap dianggap sebagai adiknya.

          Saat sedang asyiknya menulis samar-samar kudengar lagu Nelly yang judulnya Just A Dream dari kamar Mas Hendra. Yup, Mas Surya mimpi bagiku untuk kumiliki. Pelan-pelan ku turun dari ranjang menuju kamar Mas Hendra. Ah, ngintip Mas Hendra lagi apa ah… Hihihi. Biasanya kan jam segini Mas Hendra masih ngerjain tugas, pikirku. Ku berjalan dengan mengendap-ngendap ke kamar Mas Hendra dan mengintip ke dalam melalui lubang kunci di pintu.

          “Ngapain Nez di depan kamar Mas Hendra?” pertanyaan Mas Hendra membuat aku kaget setengah mati.

          “Aaaaaaaaaaaaaa…” Aku teriak sekencang-kencangnya saat ku tau Mas Hendra sedang di belakangku.

          “Eh, jangan teriak-teriak gitu Nez… Ngapain sih emangnya? Jam segini kog belum tidur?” tanya Mas Hendra dengan mimik bingung.

          “Mas Hendra tuh kalo engga bikin kaget sehari aja bisa gak sih?! Kaget beneran nih Mas… Kirain hantu ato apaan…” jawabku dengan nada marah.

          “Hahaha. Abisnya kamu juga sih ngintip-ngintip kamar Mas Hendra segala lho… Ngapain? Kog belum tidur? Besok terlambat lho…”

          “Neza tuh gak bisa tidur Mas… Ya kan Neza tau biasanya jam segini Mas Hendra belum tidur. Makanya Neza intip aja dari luar. Eh, gak taunya Mas Hendra malah di belakang Neza. Jelas aja donk Neza kaget setengah mati. Eh, Mas Hendra dari dapur ya? Kog gak bilang sih Mas? Neza pengen buat susu coklat panas nih Mas…” kataku setelah melihat gelas ditangan kanan Mas Hendra.

          “Bilang gimana? Kan Mas Hendra juga gak tau kalo kamu belum tidur terus mau bikin susu coklat panas.”

          “Oh iya denk Neza lupa. Hehehe. Ya udah, Neza minta tolong dong Mas… Buatin susu coklat panas ya sebagai ganti Mas Hendra tadi ngagetin Neza. Hehehe. Tolong deh Mas… Mas Hendra baik deh… Ganteng pula,” ucapku merayu.

          “Kalo ganteng sama baik sih udah dari sononya Nez… Hahaha.” Perkataan Mas Hendra membuatku cemberut. “Udah gak usah cemberut kayak gitu. Iya, Mas Hendra buatin susu coklat panas buat Tuan Putri. Ya udah kamu tunggu gih di kamar kamu Mas Hendra buatin dulu susu coklat panasnya.”

          “Neza mau di kamar Mas Hendra aja ya… Sekalian mau tidur di kamarnya Mas Hendra. Gak papa kan? Baik deh…” kataku nyengir.

          “Lho kog dikamarnya Mas Hendra? Emangnya kamar kamu ada apaannya? Ada kecoak?” canda Mas Hendra.

          “Hiiiii… Jangan sebut-sebut tuh binatang deh.. Jijik tau!!” jawabku sambil bergidik.

          “Hahaha. Ya udah sana masuk ke kamar Mas Hendra. Tapi kamar Mas Hendra jangan kamu berantakin ya.”

          “Iya, iya… Udah sana cepetan buatin dulu susu coklatnya,” kataku seraya mendorong Mas Hendra turun.

          Sementara Mas Hendra sedang membuatkan susu coklat panas untuk aku, aku di dalam kamar Mas Hendra mulai mengacak-ngacak kamar Mas Hendra. Aku mulai mengutak-atik laptop Mas Hendra dan mendengarkan musik. Sampai-sampai tak tahu kalo Mas Hendra sudah kembali ke kamar. Dan kaget melihat isi kamarnya berantakan.

          “Ampun deh Neza… Baru Mas Hendra tinggal bentar kog kamarnya udah kayak kapal pecah gini sih Nez? Kamu ini ya senangnya bikin kamar Mas Hendra mirip kapal pecah,” ucapnya sambil mencubit hidungku.

          “Aduh… Sakit tau Mas…”

          “Habisnya kamu berantakin kamar Mas Hendra sih. Tadi kan Mas Hendra udah ngingetin jangan buat kamar Mas Hendra berantakan. Nih, susu coklat panasnya. Minggir dulu Mas Hendra ngerjain tugas dulu. Kamu geser gih…” ucapnya sambil menggeser tubuhku.

          “Ah, Mas Hendra pelit deh… Neza kan baru asyik dengerin musik Mas…” ucapku merengut.

          “Ntar ya sayang Mas Hendra kan lagi ngerjain tugas. Eh iya ngomong-ngomong kemarin gimana waktu ketemuan sama temen kamu itu Nez?” ucap Mas Hendra menggoda.

          Dengan mulut belepotan susu coklat aku hanya menjawab, “Ah, Mas Hendra apa-apaan sih? Orang gak ada apa-apa kog sama dia. Kita kan cuma temen. Lagian gak ada yang special,” jawabku nyengir.

          “Jangan bohong. Kemarin waktu kamu pergi Mas Hendra gak sengaja baca buku diary kamu lho… Hahaha.”

          “Aaaaaaaaaaaa… Mas Hendra apa-apaan sih? Ih, beraninya baca buku diary nya Neza deh…” ucapku sambil menimpuk Mas Hendra.

          “Aw… aw… aw… Sakit nih Nez…” Mas Hendra mengaduh.

          “Ih, biarin abisnya Mas Hendra baca-baca buku diary nya Neza segala sih…” ucapku cemberut.

          “Iya, Mas Hendra minta maaf… Jadi cowok yang udah bikin kamu kalang kabut gak karuan itu namanya Surya anak Fakultas Teknik itu? Hmm… Surya anaknya baik kog Nez, Cuma dia tertutup banget orangnya. Kayaknya sih dia belum punya cewek kog.”

          “Emang sih Mas dari pertama kenal dia aja Neza udah tau kog. Ya udah deh Neza bobok dulu ya ngantuk nih. Neza tidur di kamar Mas Hendra ya… Males yang jalan ke kamar lagi,” ucapku.

          “Lho kog di kamar Mas Hendra? Huft… Kepaksa deh tidur sama kuda betina. Hahaha.”

          “Ih, apaan sih Mas Hendra nih? Seenaknya aja ngatain Neza kuda betina segala.” ucapku seraya kutimpuk Mas Hendra dengan guling.

* * *


LIMA

          Tak terasa sudah 3 bulan aku mengenal Mas Surya. Sejak kenal dengannya aku selalu tersenyum, ceria dan sejenak melupakan penyakitku yang semakin kronis. Ku tau kalo hidupku tak akan lama lagi. Walaupun dia menganggap aku hanya sebagai adiknya itupun aku tak mempermasalahkan yang terpenting buat aku gak jauh dari dia. Citra iri kedekatanku dengan Mas Surya. Semakin hari badanku semakin melemah namun aku berusaha kuat di depan keluarga dan teman-teman. Dan dari Mas Surya pun aku kenal sahabatnya yang bernama Mas Aditya. Mas Aditya adalah seorang pemain band NUANSA BAND. Mas Aditya lah yang membocorkan semua rahasia Mas Surya kepadaku.

          “Nez, kamu sebenernya suka nggak sih sama Surya?” tanya mas Adit padaku saat kita sedang ketemuan di sebuah café. Pertanyaan Mas Adit bikin aku tersedak.
         
          “Engga kog mas aku sama Mas Surya biasa aja kita cuma kakak adik doang kog…” jawabku.

          “Jadi kamu sama Surya enggak pacaran?”

          “Enggak kog Mas… Mas Surya cuma anggap aku sebagai adiknya dan aku sudah anggap dia seperti kakak aku sendiri. Aku sih gak papa kog Mas…” ku tersenyum getir.

          “Sabar ya Nez… Tapi sebenarnya Surya itu suka kog sama kamu,” ucap Mas Aditya padaku.

          “Ah, Mas Adit jangan ngawur deh… Mana bisa Mas Surya bisa suka ma aku? Aku aja kayak gini kog,” ucapku merendahkan diri.

          “Bener kog Nez, kalo Surya itu suka sama kamu. Gini ya Surya itu pernah bilang ke aku kalo dia suka ma cewek kalo si cewek suka sama dia duluan. Terus dia biang kalo saat ini dia sedang dekat dengan seorang cewek dan cewek itu adik kelas di kampusnya gitu. Jadi itu kamu ya?”

          “Iya selama ini aku emang dekat sama dia tapi aku bukan pacarnya Mas Surya. Kita menganggap kakak adik aja Mas… Enggak lebih dari seorang adik ke kakaknya.” Jawabku dengan getir.

          “Enggak Nez aku yakin banget kalo dia itu suka sama kamu. Nyatanya tiap ketemu aku dia selalu cerita soal cewek itu kog. Ya yang dia maksud cewek itu ya kamu itu Neza.” Kata Mas Adit meyakinkanku.

          “Ya udahlah mas aku juga mungkin akan belajar ikhlas agar dia bahagia dengan bahagianya. Lagian aku juga gak boleh egois sama perasaanku. Walaupun aku sendiri suka sama Mas Surya tapi aku gak bisa menemani sisa hidupnya. Dan nantinya pun dia juga akan menyesal jikalau sampai memilih aku,” ucapku sedih.

          “Lho kenapa dia bisa menyesal kalo sampai memilih kamu dalam hidupnya?” tanya Mas Adit penasaran.

          “Enggak apa-apa kog mas ya udahlah gak usah dibahas lagi. Eh, ngomong-ngomong bandnya Mas Adit mau manggung ya? Kapan nih? Kasih tau donk Mas… Ntar kalo aku bisa dating deh sama sahabatku. Boleh kan?”

          “Boleh aja kog. Oh iya ini undangannya ya. Ntar kamu datang aja. Manggungnya 3 hari lahgi kog,” ucap Mas Adit seraya menyerahkan undangannya padaku.

          “Oh oke deh Mas. Hmm… Manggungnya di Café Rush jam 7 malem. Oke deh ntar aku dateng sama sahabat aku. Siiiip… Eh dah sore ih aku pulang dulu ya. Masih ada kerjaan soalnya,” ucapku seraya beranjak pamit. “Mas Adit enggak pulang?”

          “Iya, Nez hati-hati di jalan ya… Beneran enggak aku anter? Iya aku ada janji sama temen disini jadi aku pulangnya masih ntar lagi.”

          “Iya mas gak papa kog aku udah dijemput sama kakakku kog. Ya udah yam as aku pulang dulu. Makasih atas semuanya.”

          Aku beranjak pergi meninggalkan Mas Aditya di café sendirian. Tanpa kusadari ternyata Mas Aditya bertemu dengan Mas Surya di café tadi. Namun sayang aku sudah terlalu jauh meninggalkan mereka dan menemui Mas Hendra yang sudah lama menungguku di tempat parkir.

* * *

          Sesampai dirumah aku mendengar keributan di dalam rumah. Ternyata ayah dan ibu bertengkar hebat. Tak tau apa yang terjadi sebenarnya. Dan tak sengaja aku dan Mas Hendra mendengar bahwa ayah dan ibu akan bercerai. Ayah dan ibu akan bercerai??? Gimana nasib Mas Hendra, aku dan Ivan kalo ayah dan ibu bercerai? batinku. Aku tak tau harus bagaimana dan berbuat apa. Aku tak bisa berpikir saat ini. Kutinggalkan ayah, ibu, Mas Hendra dan Ivan sementara aku terus berlari tak tau arah dan tujuan. Tak perduli Mas Hendra teriak-teriak memanggil namaku. Dan aku pun tak perduli air hujan membasahi tubuhku. Seakan air hujan pun tau apa yang kini kurasakan. Ku berharap air hujan ini dapat membunuh semua rasa sesak di dada ini. Tapi itu semua mustahil bagiku. Mataku terpejam dan ku terus berlari sementara sakit di kepala ini semakin menjadi. Sedetik kemudian aku pun lunglai dan pingsan. Saat tersadar kulihat sekelilingku berwarna putih. Aku tak tau dimana. Kulihat di samping kiriku ibu menangis. Dan di samping kanan Mas Hendra, Mas Dafa, Citra juga Radit hadir di ruangan ini. Aku memandangi mereka satu persatu.

          “Ayah, Ibu, Mas Hendra, Mas Dafa, Citra, Radit kenapa kalian semua diam dan kenapa ibu menangis?” tanyaku lemah.

          “Sayang, akhirnya kamu sadar juga setelah koma selama 3 hari. Kenapa kamu gak pernah cerita sama ibu kalo kamu mengidap kanker otak?” tanya ibu seraya mengelus rambutku. “Maafkan ayah dan ibu yang selama ini gak pernah memperhatikan kalian. Ibu sangat sayang sama kalian. Ini salah ayah sama ibu. Gak seharusnya ayah sama ibu cuek sama kalian.” ucap ibu sambil terus menangis.

          “Akhirnya ibu tau juga penyakitku,” ucapku sinis. “Aku gak mungkin bilang sama kalian soal penyakitku ini. Biarkan aku yang menanggungnya sendirian. Aku gak mau kalian semua repot saat tau aku mengidap penyakit ini dan umurku tak akan lama lagi. Aku hanya merepotkan kalian saja.” Kataku dengan getir menahan sakit.

          “Enggak sayang… Mas Hendra gak merasa direpotkan olehmu. Malahan Mas Hendra senang punya adik kayak kamu Nez…” ucap Mas Hendra.

          “Neza, kenapa kamu gak pernah bilang ke kami? Kami ini sahabatmu. Apa kamu enggak menganggap kami sebagai sahabatmu? Ketahuilah Neza, kami sayang kamu gak mungkin kami meninggalkanmu saat sedang sakit. Ketahuilah bahwa aku dan Radit sekarang sudah jadian berkat kamu Neza…” ucap Citra.

          “Makasih semuanya sudah sayang sama aku. Tapi umurku tak akan lama lagi. Aku akan meninggalkan kalian semua. Aku akan senang jika kalian semua hidup bahagia. Maafkan Neza ya…” ucapku sambil memejamkan mata.

          Sementara itu di Café Rush sedang berlangsung kemeriahan. Tak sempat ku melihat NUANSA BAND manggung di café itu. Dan yang ku tau Mas Adit telah membuat lagu untukku dan untuk Mas Surya. Namun belum sempat ku mendengar lagu itu aku telah menghembuskan nafas terakhirku.

* * *

          Ku pandangi tanah yang masih memerah itu dengan perasaan bersalah. Tak seharusnya aku melepas cewek sebaik Neza dari kehidupanku. Dan ku baca surat darinya sehari yang lalu di depan makam Neza.

             Teruntuk Mas Surya
              Saat kamu baca surat ini, aku telah meniggalkanmu selamanya. Terima kasih
Untuk semua kebersamaan dan kenangan terindah buatku. Walaupun aku sudah
tak  ada lagi di dunia ini, tapi hati ini akan selalu untukmu. Tersenyumlah…
Sebenarnya aku tidak mati, hanya ragaku yang sudah kembali pada-Nya. Jangan
pernah bersedih. Maaf jika selama ini aku denganmu aku selalu membuatmu
susah dan aku sudah menyembunyikan penyakitku ini. Ketahuilah, selama 2tahun
ini aku telah mengidap kanker otak. Namun, aku tak mau ada yang tau karna aku
tak Mau semua orang repot karna aku.
    
     Tetap semangat jalani hidup ini… Jangan pernah putus asa. Akutak ingin meli
hatmu bersedih. Jalanmu masih panjang. Terima kasih ya Mas Surya, karna kamu
telah mengijinkanku untuk mencintai dan menyayangimu walau tak terbalas olehmu.
Dan rasa itu akan tetap ada untukmu sampai ku mati sekalipun. Tapi kusadar ku
tak akan bisa memilikimu selamanya. Tapi gak papa aku tetap senang bisa men
cinTaimu selama ini. Ku ingin kau bahagia bersama wanita lain.

     Cukup sampai disini saja suratku. Jangan lupa akan semua pesanku padamu.
Mas Surya harus semangat jalani hidup ini. Semoga suatu saat nanti kita kan
bertemu kembali.

                                                                                                   Tertanda,

                                                                                          Neza Aprilia Hanandito